New Year Reflection :D

happy new year all…2011 pasti lebih luar biasa dalam hidup kita…pasti banyak rencana dan mimpi yg dirajut untuk tahun baru ini…hehehehe…
now i wanna share something my dad always tell every ending of a year or in the new year this is the illustration

masuk ke tahun baru itu bagaikan pindah rumah…
kita mau pindah rumah yang disediakan Tuhan bagi kita… ok…klo mau pindah rumah pasti kita bakal sortir barang-barang mana aja yang bakal dibawa… lemari, kursi, meja, sofa, TV, alat olahraga, alat elektronik, dll yang masih berguna pasti dibawa..pokoknya barang-barang berharga dan baik pasti akan kita bawa..dan pastinya barang bekas dan rongsokan, sampah, panci rusak, makanan basi, dll yg ga guna n kotor pasti ditinggalin… ya toooooh…
klo ada yang pindah rumah trus malah truk barang pindahannya isinya barang bekas, sampah, makanan basi, pasti orang itu aneh sekali…ga mungkin orang pindahan rumah malah bawa barang kayak gituan…

itu juga buat kita…hmmm kita pindah ke rumah 2011 yang baru yang Tuhan sediakan bagi kita… kita harus bawa karakter2 hal2 yang baik dalam hidup kita, hal2 yang berarti bagi kita untuk masuk dalam rumah baru kita ini…dan sampah-sampah yaitu karakter yang tidak baik, melemahkan, dan ga berkenan mesti ditinggalin…ato malah dibuang jauh2…
dan dengan ini maka rumah 2011 kita akan jauh lebih baik dari rumah 2010 kita…
dan untuk tahu mana aja barang yang mesti dibawa mana yg gag kita harus bongkar rumah lama kita.. kali aja ada anting berlian kita yang kita kira sudah hilang ternyata masih terselip di bawah tong sampah… atau mungkin ada sampah kulit pisang yang nyasar masuk di brankas perhiasan kita, walaupun kulit pisang itu masuk secara tidak disengaja… begitu juga kita periksa diri kita…apa saja karakter yang baik yang telah kita capai di tahun 2010 dan bawa ke th 2011…
atau mungkin ada karakter baik kita yang hilang di tahun 2010, cari lagi temukan itu… atau ada hal yang ga baik yang kita ga sadari telah kita lakukan di tahun 2010 dan hal itu berpotensi merusak hal baik lain yang kita punya…sadari itu dan buang, tinggalkan itu… dan rumah yg Tuhan sediakan itu ga kita tahu…setelah kita bawa semua barang yang diperlukan dan kita sampai ternyata…rumahnya berbeda dari rumah lama kita…

mungkin rumah kita yg baru ini memiliki halaman taman yang luas, sedangkan rumahnya sendiri tidak begitu besar…rumahnya sederhana, ruang tamu, kamar, ruang keluarga, semuanya sederhana… tapi kita tahu jelas rumah kita yg baru ini jauh labih bagus dari rumah lama kita… lalu bertemu masalah…barang yang kita bawa terlalu banyak…ga muat…

berarti kita harus merelakan beberapa hal yang kita sangat sukai untuk diberikan pada orang lain.. atau barang bekas yang kita terlalu sayang tapi sudah ga guna lagi juga harus kita buang… soalnya klo semuanya masuk…rumahnya sempit banget…ntar tamannya malah jadi gudang…

taman yang ada masih kosong, tapi tanahnya subur…nah masalahnya rumah lama kita ga da taman…maka kita harus bayar harga beli benih, atau beli tunas, atau mungkin tanaman yang sudah cukup besar untuk taman kita…kita harus tiap hari siram taman kita dan berbeda intensitas airnya tergantung tanamannya…harus dikasi pupuk, ngusir hama…
pokoknya bnr2 sampai taman kita jadi indah dan tanaman2 itu bertunas dan berbuah2…atau mungkin rumah lama kita itu sederhana…eh pas pindah rumah… rumahnya besaaaaaar..garasi mobil cukup buat 3 mobil n 3 motor…tapi kita cuma punya 1 motor n 1 mobil rumahnya masih kosong tapi besar sekali… ruang tamunya cocok sekali bila ditaruh sofa, tapi kita ga punya…ruang makannya cocok buat meja makan panjang dan mewah…tapi kita ga punya soalnya keluarga kita biasa makan sendiri2 jadi meja cuma buat meletakkan makanan saja… ruang keluarga juga cocok dikasi sofa nyaman dan karpet untuk bersantai…tapi kita cuma punya tikar anyaman… kamar mandinya bathtub plus shower…dan kita ga terbiasa dengan itu… toiletnya juga misah dari kamar mandi…ada tempat sendiri…dan itu bikin kita ribet…kurang praktis…

tapi Tuhan uda kasi modal ke kita untuk mengusahakan sesuatu sehingga kita bisa mengisi rumah itu dengan baik… kembali harus bayar harga…untuk membeli semua barang2 mahal itu… tapiiiii…kita harus tetap meyakini Tuhan bakal kasi kita kemampuan saat Dia kasi janji yg besar untuk kita…
yah walau kadang kita ga yakin kita bisa,,,tapi yakin Tuhan bisa saat kita mau nurut… dan jangan tetap pada cara pikir lama…jd saat Tuhan kasi mobil, kasi sofa, buat ngelengkapin rumah eh malah kita jual semua…dan pikir udalah pk tiker aja gpp… kamar rumah kita kebanyakan buat keluarga sendiri…ajaklah orang lain untuk tinggal di sana…

dan kita harus mengurus rumah itu…kita adalah orang yg bertanggungjawab terhadap rumah 2011 yg Tuhan sediakan dalam hidup kita…jgn salahkan org lain bila ada kegagalan…dan belajarlah dari itu… dan tenang ada Tuhan kok yg akan selalu peduli terhadap kita dan hari2 kita…

oh ya terakhir ingat…di rumah 2011 kita ini di semua sudutnya uda ada CCTV paling canggih yang secara langsung terhubung pada saluran Kerajaan Surga dan langsur terhubung pada MataNya…

so watch yourself…n He do that coz He cares…

happy new year all…Gbu
(written by: Stevani debora oroh http://www.facebook.com/notes/stevani-debora-oroh/happy-new-yearnew-years-note/10150112598245499)

Posted in Youth Lessons Sharing | Leave a comment

12 Pertanyaan Penting Sebelum Anda Memutuskan Berkencan Dengannya

Ketika sedang mempertimbangkan untuk berhubungan dengan seseorang, sangat penting bagi Anda untuk mempertimbangkan kerohanian dan keyakinan yang terlihat melalui cara mereka memandang hidup dan bagaimana mereka memperlakukan orang lain. Penulis Lee dan Leslie Strobel mengatakan pertanyaan-pertanyaan berikut sangat penting untuk menjadi bahan pertimbangan sebelum Anda memutuskan untuk berkencan dengannya.
1. Dapatkah ia mengatakan waktu yang spesifik atau era tertentu kapan ia menerima karunia Kristus akan hidup yang kekal?
Jika ia tidak dapat menentukan waktu pertobatannya atau setidaknya kerangka waktu saat di mana hal itu terjadi, maka mungkin saja hal itu memang tidak pernah terjadi. Dengarkan dengan hati-hati ketika ia berbicara mengenai imannya. Apakah ia mengandalkan perbuatan baik, ritual keagamaan, dan tersenyum untuk sampai ke surga atau apakah ia menggambarkan imannya pada satu titik untuk mengakui dosanya, berbalik dari jalan-jalannya yang salah kepada hidup, dan menerima Kristus sebagai pengampun dosa dan pemimpinnya? Kristus telah menyelamatkan kita bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan tetapi karena kasih karunia, sebagaimana yang tertulis di Titus 3:5.

2. Ketika ia membicarakan masa depan, adakah tempat untuk Tuhan di sana? Atau apakah ia membayangkan masa depan yang dirancangkannya sendiri? Apakah ia berbicara tentang mencari arahan Tuhan untuk hidupnya? Apakah ia memiliki rencana untuk melayani Tuhan dengan berbagai cara? Apakah ia terfokus untuk mencapai kesuksesan yang sementara atau bermakna kekal? Apakah ia ingin membuat perbedaan di dunia bagi Kristus? “Tapi satu hal yang saya lakukan,” ujar Rasul Paulus. Melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
3. Apakah ia bersedia untuk menunda kepuasaan sesaat sehingga kepuasan yang lebih besar dapat dinikmatinya di masa depan?
Apakah ia tidak tinggal dalam pengajaran Alkitab yang mengatakan bahwa pengorbanan dan perjuangan seringkali diperlukan untuk mencapai tujuan jangka panjang yang lebih besar? Atau apakah ia tanpa henti mengejar kesenangan jangka pendek dengan mengorbankan konsekuensi jangka panjang? “Agama yang sehat memanggil kita untuk tidak memanjakan diri kita sendiri dan hidup secara egois melainkan berkomitmen untuk hidup dalam kemurnian, kasih, memberi, tidak egois, disiplin dan terkadang gaya hidup yang tidak nyaman,” ujar Collins. “Hal ini tidak dimaksudkan untuk mencuri sukacita dan membuat hidup kita sengsara. Sebaliknya, hidup dalam pengabdian membawa ketenangan batin, kepenuhan hidup, dan janji bahwa segala sesuatu akan menjadi lebih baik di masa depan.”
4. Bagaimana sikapnya terhadap orang lain?
Apakah ia menggunakan orang lain hanya sebagai alat untuk mendapatkan apa yang ia inginkan atau apakah ia benar-benar peduli dengan orang lain? Apakah ia bersikap sopan karena orangtuanya mengajari sopan santun atau karena ia tulus menghormati orang lain? Bagaimana ia memperlakukan mereka yang kurang beruntung dalam lingkungan sosial kita? Apakah ia peduli terhadap orang miskin? Apakah ia memiliki rasa keadilan sosial yang membuatnya ingin melihat keadaan orang miskin menjadi lebih baik, atau ia bersikap tidak peduli bahkan sinis terhadap mereka yang berkekurangan? Mereka yang mengolok-olok orang miskin, ujar Amsal 17:5, menunjukkan penghinaan kepada Penciptanya.

5. Apakah ia menunjukkan sifat-sifat Yesus?
Apakah ia mengampuni mereka yang menyakiti dirinya atau apakah ia malah merencanakan balas dendam? Apakah ia bersikap murah hati terhadap orang lain? Apakah ia berdiri di atas kebenaran? Apakah ia peduli pada mereka yang miskin dan tertindas? Teman saya Gary Collins, seorang psikolog Kristen, mengatakan seperti ini: “Alkitab tahu benar akan orang Kristen yang kikir, dengki, biasanya tak kenal ampun, membenarkan diri sendiri maupun sombong. Tidak ada manusia sempurna dan setiap kita selalu tergoda untuk berbuat dosa, tapi pengikut Kristus sejati menunjukkan tanda-tanda untuk menjadi semakin serupa dengan masternya.”

6. Dengan siapa ia banyak menghabiskan waktunya?
Anda dapat belajar banyak akan nilai-nilai hidup yang dianutnya dengan melihat dengan siapa ia bergaul. Apakah ia berkumpul dengan mereka yang kegiatan utamanya bukanlah sesuatu yang menyenagkan Tuhan atau apakah ia mencari hubungan dengan orang Kristen yang dapat mendorong ia untuk terus bertumbuh dalam iman dan kasih? Janganlah sesat, tulis 1 Korintus 15:33, pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik.

7. Apakah ia perduli untuk mengabarkan Injil kepada mereka yang belum pernah mendengarnya?
Mereka yang hatinya telah diubahkan Kristus merasa termotivasi untuk membagikan imannya kepada orang lain. Tapi mereka yang menjadikan Kristen tak lebih sebagai label tidak memiliki alasan untuk membawa pesan Yesus kepada orang lain. Salah seorang santo zaman dahulu pernah berkata, “Saya meragukan keselamatan seseorang yang tidak peduli akan keselamatan tetangganya.” Itu tidak berarti ia harus seperti Billy Graham, tapi ia mau berdoa untuk teman-temannya yang terhilang dan memanfaatkan peluang untuk melibatkan mereka dalam percakapan rohani sehingga mungkin ia bisa memberitahu mereka tentang Yesus.

8. Apakah ia jujur terhadap hal-hal kecil?
Integritas berarti ada konsistensi antara keyakinan seseorang dengan perilakunya dan antara karakter dengan keyakinannya. Apakah ia memiliki reputasi sebagai seseorang yang dapat dipercaya atau apakah ia dikenal sebagai seseorang yang cerdik dan mengabaikan hal etis? Seorang wanita mengatakan karakter pacarnya terungkap ketika seorang pelayan secara tidak sengaja memberikan tagihan meja lain kepada mereka. Bukannya memberitahu kesalahan itu, ia malah mencoba untuk segera membayar jumlah tagihan yang lebih kecil dari seharusnya dan segera meninggalkan restoran tersebut sampai akhirnya wanita itu menghentikan pacarnya. Ketidak-jujuran kecil seringkali mengungkapkan keadaan sebenarnya dari isi hati seseorang. Orang saleh berjalan dengan integritas, tulis Amsal 20:7.

9. Melalui lensa seperti apakah ia memandang dunia?
Setiap kita memandang kehidupan melalui satu jenis lensa. Cara pandang seseorang terhadap dunia menunjukkan gambaran besar yang akan mengarahkan keputusan-keputusan dan tindakannya dalam kehidupan sehari-hari. Kekristenan merupakan sebuah jalan untuk melihat dan memahami semua kenyataan. Apakah ia memisahkan kehidupan rohani dalam kehidupan kesehariannya ataukah imannya diintegrasikan ke dalam semua bidang kehidupannya? Apakah ia mengakui dan menerapkan Alkitab sebagai landasan untuk seumur hidupnya?

10. Apakah ia bertanggung-jawab atas setiap perbuatannya?
Apakah ia segera mengakui kesalahan yang telah dilakukannya atau justru mencoba membenarkan tindakannya meskipun hal itu jelas-jelas salah? Apakah ia mengakui dosa yang dilakukannya atau menyalahkan orang lain untuk hal-hal yang ia lakukan? Orang percaya yang sehat tidak mencoba untuk lari dari masalah, menyalahkan orang lain atau menolak untuk mengakui tindakannya. Sebaliknya, ia akan mengakui dosa dan kesalahannya, meminta pengampunan dari Tuhan dan dari orang lain yang mungkin telah dirugikannya, membuat restitusi bila memungkinkan, dan melanjutkan hidup – dengan satu tekad untuk tidak membiarkan kesalahan yang sama terjadi lagi.

11. Apakah ia memiliki kerendahan hati?
Yesus berbicara dengan tegas mengenai kesombongan, dan Mikha 6:8 mengatakan bahwa kerohanian sejati melibatkan hidup dengan rendah hati di hadapan Allah. Apakah orang ini selalu berlaku benar? Apakah ia secara murah hati memuji kontribusi orang lain? Apakah ia selalu menempatkan dirinya sendiri terlebih dahulu dan berpikir bahwa ia tahu lebih baik daripada orang lain? Kerendahan hati bukanlah ketakwaan palsu yang menyangkal kekuatan Allah yang telah diberikan. Kerendahan hati tidak menempatkan kita di bawah dan berkubang dalam ketidak-amanan atau mengasihani diri sendiri. Kerendahan hati merupakan sebuah pengakuan dari hati yang menyadari bahwa semua yang kita miliki berasal dari Tuhan. Kerendahan-hati merupakan sebuah sikap yang membuka wawasan baru dan tidak mengedepankan ego maupun citra diri kita sendiri.

12. Apa yang ia pilih sebagai makanan pikirannya?
Jenis buku apa yang ia baca, musik yang ia dengarkan, video game yang ia mainkan, situs internet yang ia kunjungi, dan film yang ia tonton? Filipi 4:8 berkata, Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Bagaimana seseorang mengisi pikirannya akan menjadikannya segambar dengan pikiran yang ia miliki. Sebagaimana Paulus mendesak agar setiap kita berubah oleh pembaharuan budi kita.

Daftar pertanyaan ini tidak dimaksudkan untuk diterapkan secara kaku. Sementara setiap orang percaya terus bertumbuh menjadi semakin serupa dengan Yesus, hal ini merupakan proses yang bervariasi bagi setiap individu dan tidak akan pernah selesai sampai kita menghuni surga nanti. Mungkin saja pertanyaan-pertanyaan ini bahkan menyuarakan keprihatinan akan beberapa bidang kehidupan Anda sendiri yang perlu untuk diubah. Dalam hal apapun, dengan mengangkat isu-isu ini, dapat membantu kita mendiagnosa kondisi umum dari kehidupan orang Kristen. Jangan mundur untuk tetap bersikap jujur terhadap setiap jawabannya. Perlu diingat bahwa kepentingan pribadi – seperti perasaan romantis yang kita miliki kepada orang lain – dapat mengaburkan pikiran jernih yang kita miliki.

(http://www.jawaban.com, source: cbn.com)

Posted in Youth Lessons Sharing | Leave a comment

7 Checklist bagi high quality JOMBLO

Hay guys… siapa sih yang tidak ingin menikah suatu saat nanti?

Pernikahan adalah rancangan Allah sejak semula, sehingga kita sebagai anak-anak yang dikasihiNya sudah selayaknya kita mempersiapkan diri untuk memenuhi kerinduan Allah itu!

Sebelum masuk dalam hubungan pernikahan kita mengenal suatu istilah “Pacaran”, di Alkitab memang tidak secara jelas membahas tentang istilah “Pacaran”.  Setidaknya kita harus memiliki pengertian yang sejalan dengan dasar-dasar kebenaran FirmanNya mengenai “Pacaran”

Sebelum lebih jauh saya mau menghimbau dan menegaskan bagi kamu yang ingin memiliki pernikahan yang indah, pastikan bahwa anda tidak bergonta-ganti “pacar”. Karena kita anak Tuhan tidak untuk Menyakiti “Mantan-mantan” kita, kita tidak perlu mengadopsi nilai “Gak cocok ya ganti!”. HEY!!! itu bukan gaya hidup anak Tuhan! so, di sini ada beberapa hal yang dapat membantu memberikan kita panduan untuk Mempertimbangkan dan Memilih “Pacar”/ calon Pasangan hidup kita kelak.

Puji Tuhan saya telah Tuhan arahkan untuk tertanam dalam Gereja yang luar biasa dalam membangun hidup saya. Saya mulai mengenal 7 CheckList ini sejak pertama saya masuk dalam Gereja ini (llihat Profil), saya mendapatkannya dari gembala yang saya kasihi (Ps. Philip Mantofa) dan saya rindu membagikannya bagi teman-teman sekalian.

7 Checklist:

  1. Seseorang yang memiliki Komitmen bertumbuh dalam iman kepada Yesus secara pribadi (Filipi 2:12)
    Yang jelas syarat pertama adalah kita harus 1 iman dengan “dia”,  karena tidak mungkin minyak bersatu dengan air atau terang bersatu dengan kegelapan! so, pastikan bahwa “dia” sudah Lahir baru (maksud saya adalah hidup sungguh-sungguh dalam Yesus) juga memiliki komitmen untuk bertumbuh dalam Imannya secara Pribadi kepada Tuhan. 

    Komitmen membutuhkan usaha keras. Untuk menjadi orang jahat tidak perlu usaha, tapi menjadi orang baik dan benar butuh perjuangan! Pasangan hidup yang takut akan Tuhan sudah tentu akan membawa keluarga Rumah Tangganya semakin indah di dalam berkat dan damai sejahtera dalam Kristus Yesus.

  2. Seseorang yang memiliki Visi Hidup untuk menyenangkan hati Tuhan (Filipi 1:21-22a)
    Visi hidup menyenangkan Tuhan bukan berarti “dia” harus hamba Tuhan (Pendeta, aktivis gereja, dst) tapi ini sangat mengacu pada bagaimana “dia” memiliki gairah hidup masa depan yang berpadanan dengan Kebenaran Firman Tuhan. 

    Hamba Tuhan (Pendeta) tidak menjamin dia adalah seorang yang mengasihi Tuhan, so jangan terkecoh dalam point ini. BeWARE!!! Kenali “dia” dengan benar sekalipun dia adalah pekerjaNya, ini tidak bermaksud menjatuhkan Image Hamba Tuhan karena sayapun adalah pekerjaNya di ladang TUHAN.
    Pastikan Tujuan hidupnya selalu mendatangkan pujian bagi nama TUHAN kita, ya tentunya kamu tidak akan memilih boss nya ketua mafia donk? hehehe… (just example)

  3. Seseorang yang memiliki Kedewasaan dan Tanggung Jawab dalam kehidupannya secara pribadi (1 Kor 13:11)
    Siapa sih yang mau menikah dengan anak kecil? Berpikirlah lebih jauh tentang point ini! Dewasa dan Bertanggungjawab adalah hal simple tapi ini sangat menentukan kelanggengan hubungan kalian suatu saat nanti. 

    lihatlah apakah dia bisa bertanggungjawab dengan hal-hal kecil dalam dirinya misal: dapatkah dia mengendalikan diri dalam pengeluaran (keuangan)/terlalu boroskah ia?, dapatkah ia memperlakukanmu sebagai wanita/pria dengan baik dan menempatkan dirinya sebagaimana ia adanya sebagai pria/wanita bagi kamu.

  4. Seseorang yang memiliki Gambar Diri yang sehat dan dipulihkan oleh kasih Kristus (Matius 22:39)
    Siapa sih yang mau menikah dengan orang yang selalu memperlakukan dirinya sendiri tidak baik ataupun menilai hidupnya sendiri adalah suatu keburukan? seseorang dapat menghargai orang lain (kamu) bila dia dapat menghargai dirinya sendiri. misal: pemabuk, pecandu obat-obatan, hypersex (free-Sex), suka bertengkar/brandalan, dll… pikirkanlah apakah dia dapat memperlakukanmu dengan baik?
  5. Seseorang yang memiliki Kejujuran yang dapat dipercaya (Lukas 16:10)
    Kejujuran adalah harta yang langka saat-saat ini, banyak orang memakai topeng yang indah tetapi keberadaannya yang sesungguhnya adalah buruk “rupa”. untuk mengenali kejujuran ini sangat membutuhkan waktu yang cukup, lihatlah bagaimana seseorang suka mencari alasan atau dia selalu terbuka dan menerima kritik dari sesamanya. 

    Orang yang suka mencari alasan adalah orang yang tidak mau jujur dengan dirinya sendiri, terlebih lagi sulit tentunya dia akan jujur padamu. Dan berhati-hatilah dengan orang “gombal”!! bermulut manis tidaklah salah, tapi perkataannya yang manis perlu dibuktikan oleh faktanya. Saya belajar hal ini menghabiskan banyak waktu dan sampai saat ini, baik sadar atau tidak banyak perkataan dan perbuatan kita seringkali tidak singkron, dan kejujuran ini perlu dijadikan perhatian khusus bagi kita semua.

    Satu contoh tragis: bila ada seseorang yang memutuskan kekasihnya/pacarnya dengan sengaja hanya untuk menembak/meminta kamu jadi pacarnya? SUDAH!!! pikir ulang 100x karena siapa tahu kamu akan jadi korban berikutnya?

  6. Seseorang yang memiliki Sikap Hidup yang positif (Filipi 4:4)
    Tidak mungkin kamu akan betah tinggal dengan orang yang suka “ngomel” dan mengeluh, sedikit hal yang menjengkelkan saja sudah dikomentari dengan panjang lebar. Intinya: apakah kamu mau menikah dengan orang yang selalu mengeluh dan mengeluh dalam hidupnya? 

    Somehow suatu saat kalau kamu lagi “Bokek/sakit, dst…” maka siap-siaplah dia tidak akan betah lagi bersamamu dan akan segera meninggalkan dan melupakanmu! Karena orang yang tidak memiliki sikap hidup termasuk karakter dan perilaku yang negatif adalah orang yang egois!

  7. Seseorang yang memiliki “Chemistry” perasaan jatuh cinta pada anda juga (Kidung Agung 8:5-7)
    Zaman ini bukan zaman siti nurbaya lagi, suatu ikatan cinta tidak bisa tidak dilandaskan oleh cinta (daya tarik). Daya tarik inilah yang akhirnya membawa 2 insan “yang saling terpaut dalam cinta” kepada suatu hubungan yang indah. Namun saya perlu tekankan, bahwa Chemistry bukan satu-satunya yang diandalkan akan tetapi bukan berarti meremehkan hal ini. Karena Makhluk hidup lain (alias binatang) pun berdasarkan daya tarik tentunya, tapi yang membedakan kamu dengan mereka adalah 6 point sebelumnya. 

    Namun bagi kamu yang memaksakan cinta itu untuk tumbuh hanya dasar pertimbangan logis semata, maka siap-siap juga suatu saat ketika aspek-aspek dalam pertimbangan logismu yang sebelum telah tidak kamu temukan lagi maka cinta karbitanmu itupun sangat tidak kuat untuk menopang hubungan kalian.

Guys… 7 point penting ini perlu diperhatikan dengan saksama. Bagaimana kamu mempertimbangkannya akan menentukan sejauh mana kalian akan melangkah ke tahap berikutnya yang membawa kalian pada satu hubungan yang kuat berdasarkan kehendak dan arahan FirmanNya.

Firman Allah selalu tajam dan relevan, so… check it out, Be Blessed
(disarikan dan disesuaikan oleh penulis)

Posted in Youth Lessons Sharing | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Life Sharing | 1 Comment